Gubernur Nusa
Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilo Lauskoday, membuat sebuah kebijakan yang fenomenal
baik di dunia nyata maupun dunia maya. Kebijakan yang dibuat olehnya adalah masuk
sekolah jam 5 pagi. Kebijakan ini dibuat untuk Siswa/i SMA/SMK yang mana
tujuannya untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di NTT.
Dari kebijakannya
tersebut, belum ada satupun manusia baik di NTT sendiri maupun di media sosial
yang pro terhdapat kebijakan tersebut. Banyak orang yang sangat kontra dan meminta
kebijakan tersebut untuk dihapus. Namun, dari pihak gubernur sendiri tidak mau
dan tetap kekeuh terhadap kebijakan tersebut. Gubernur NTT itu mengatakan bahwa
siapa yang melanggar atau protes terhadap perturan tersebut akan dicelupkan. Katanya,
kebijakan ini dibuat atas pemikiran sendiri. Bagi guru yang protes, maka akan
dimutilasi (dilansir dari detik,com)
Menurut Melkianus
Dju Rohi (Ketua PGRI), Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mulai jam 5 itu salah
soalnnya masih banyak siswa yang ngantuk dan pastinya tidak efektif untuk
tumbuh kembangnya. Kalau misalnya alasannya untuk pengembangan diri siswa bisa
mengikuti melaui kegiatan ekstra kurikuler
Selain itu,
banyak memang pihak tidak setuju dengan alasan guru yang sudah berkeluarga akan
riweuh terhadap persiapan keluarganya, transportasi umum yang belum beroperasi
jam segitu bagaimana bisa siswa akan pergi, dan nasib siswa yang jauh rumahnya
dari sekolah
Menurut pakar perkembangan
anak, remaja, dan pendidikan Fakultas Psikologi UGM Novi poespita candra
kebijakan tersebut akan berdampak buruk pada remaja. Masuknya pagi, itu buat
siswa buru buru yang nantinya akan berdampak negatf pada fisik, emosi, maupun
kognisi siswa.
Dari twitter,
banyak netizen yang kontra dengan kebijakan ini mulai dengan pertimbangan wakt,kesehtaan
fisik, dan mental, serta rawannya tindakan asusila yang masih tinggi di NTT. Guru
honorer juga semakin di tekan dengan gaji yang tidak sesuai dengan tuntutan
kerja mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar