Sungai Bilah
merupakan sungai yang terdapat di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera
Utara. Sungai ini memiliki hulu di sekitar bukit barisan tepatnya di Aek Bilah Kabupaten
Tapanuli Selatan dan berhilir di Sungai Brumun karena sungai ini termasuk anak
sungai dari Sungai Barumun serta bermuara di Selat Malaka. Sungai ini belum
diketahui berapa panjangnya. Namun jika diukur dari google maps, panjang sungai
bilah ini mencapai kurang lebih 200 KM sedangkan lebar 25 – 30 m dan kedalaman
2 – 8 m. Yang bertanggungjawab terhadap fisik dan pembangunan sungai bilah ini
ialah UPTD Dinas Pekerja Umum dan Penata Ruang Provinsi Sumatera Utara
Sungai ini
dinamakan dengan Sungai Bilah karena kata “Bilah” merupakan nama kerajaan yang
mayoritas berada di Kabupaten Labuhanbatu kecuali bagian Panai yang memiliki
kerajaan sendiri. Pusat dari kerajaan ini berada di Negeri Lama. Saat masa
penjajahan jepang, banyak orang yang berasal dari Negeri Lama pergi kabur dari
pusat kerajaan karena kekejaman penjajahan Jepang. Mereka pergi menggunakan Boat
menuju berbagai tepat salah satunya adalah Kota Rantauprapat. Maka
dari itu disebutlah Sungai Bilah ini sebagai tempat pelarian orang-orang Bilah.
Selain
sejarah mengenai orang-orang Bilah yang migrasi, Sungai Bilah ini juga terkenal
dengan cerita mistisnya. Dari beberapa cerita, ada yang mengatakan bahwa di
alirsan Sungai Bilah ini masih ada rumah tahanan Jepang. Selain itu, ada juga
mitos yang berkata bahwa dilarang mandi di Sungai Bilah saat hendak pergantian
tahun yang mengakibatkan hanyut diambil penunggu sungai. Sungai Bilah juga
merupakan sungai tempat pembuangan jasad pembunuhan oleh manusia-manusia bejat
dan tidak bertanggungjawab yang menyebabkan sungai ini memiliki aura mistis.
Fakta unik
laninnya, rata-rata masyarakat yang tinggal disekitaran Sungai Bilah ini
memiliki mata pencaharian sebagai pengambil batu dan kerikil yang nantinya akan
dijual. Pemerintah khususnya UPTD PUPR sedang mengusulkan pembangunan bronjong
dari jembatan 1 ke jembatan 2 untuk mengembangkan obyek wisata sungai bilah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar