Nisfu Sya’ban
merupakan hari yang mulia dalam islam untuk memperbanyak ibadah dan amalan. Sya’ban
merupakan bulan yang mendekati Ramadhan. Maka wajar di bulan ini apalagi di
pertengahan sampai akhir bulan, umat muslim banyak melakukan kegiatan atau pun
tradisi serta ibadah dengan tujuan senang menyambut bulan suci Ramadhan. Nisfu
Sya’ban biasanya diadakan malam hari. Ada beberapa hadits yang menyebutkan malam
nisfu sya’ban adalah :
1. Malam di mana Allah
Mengampuni dosa-dosa hambanya
2. Malam di mana doa
dikabulkan (Kitab Mukhtashor Al-Fatawa Al-Mishriyyah Jilid 1 Hal. 291-292
3. Bulan dimana Allah menjadikan
bulan tersebut sebagai bulan untuk menyambut kedatangan bulan ramadhan
Dalam sebuah hadist
yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman berbunyi sebagai berikut
:
“Apabila tiba
malam nisfyu sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah : adakah orang
yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesautu maka aku
berikan permintaannya”
Adapun 7 amalan
yang bisa dilakukan saat malam nisfu sya’ban dilansir dari CNN Indonesia ialah
:
1. Membaca Do’a Nisfu
Sya’ban :
اللّٰهُمَّ
يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا
ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ
المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا
عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ
عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا
وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ
مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ
فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ
مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ
رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Bacaan latinnya:Allāhumma yā
dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal
in‘ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal
khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtanā ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au
mahrūmīna au muqattarīna ‘alaynā fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi
syaqāwatanā, wa hirmānanā waqtitāra rizqinā, waktubnā ‘indaka su‘adā’a
marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī
kitābikal munzali ‘ala lisāni nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa
yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.” Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa
‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil ‘ālamīn.
Artinya: “Wahai Tuhanku yang
maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan.
Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau,
kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang
mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.
Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu
pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki,
maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.
Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq
untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu
adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu.
2. Membaca surat yasin
tiga kali
3. Berpuasa
4. Sholat sunah
5. Beristighfar
6. Membaca dua kalimat
syahadat
7. Perbanyak dzikir
Dilansir dari
m.kumparan.com bahwa di Indonesia sendiri banyak tradisi untuk merayakan malam
nisfu sya’ban, beberapa ini smartza rangkum untuk yeorobun :
1. Tradisi berkumpul untuk
bersyukur sekaligus mendoakan kerabat yang sudah meninggal dunia (Tradisi Betawi)
2. Tradisi mengambil air
sebotol saat adzan serta membaca yasin 3 kali selepas shalat maghirb berjamaah
(Tradisi Lombok)
3. Tradisi membawa makanan
ke mesjid kemudian shalat maghrib diiringi dengan shalat hajat dan pembacaan
surat yasin, dilanjut dengan shalat isya berjamaah, ditutup dengan bermaaf-mafan
dan terakhir makan malam bersama (Tradisi Kalimantan Selatan)
4. Tradisi mandi bersama
di sungai pada sore hari (Tradisi Sumbawa)
Jadi, apa yang
dilakukan yeorobun saat nisfu sya’ban nanti? Yang penting jangan melakukan
kegiatan yang banyak mudharatnya ya. See you in the next article.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar