Minggu, 05 Maret 2023

Mengenal Nisfu Sya'ban

 

Nisfu Sya’ban merupakan hari yang mulia dalam islam untuk memperbanyak ibadah dan amalan. Sya’ban merupakan bulan yang mendekati Ramadhan. Maka wajar di bulan ini apalagi di pertengahan sampai akhir bulan, umat muslim banyak melakukan kegiatan atau pun tradisi serta ibadah dengan tujuan senang menyambut bulan suci Ramadhan. Nisfu Sya’ban biasanya diadakan malam hari. Ada beberapa hadits yang menyebutkan malam nisfu sya’ban adalah :

1.      Malam di mana Allah Mengampuni dosa-dosa hambanya

2.      Malam di mana doa dikabulkan (Kitab Mukhtashor Al-Fatawa Al-Mishriyyah Jilid 1 Hal. 291-292

3.      Bulan dimana Allah menjadikan bulan tersebut sebagai bulan untuk menyambut kedatangan bulan ramadhan

 

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman berbunyi sebagai berikut :

“Apabila tiba malam nisfyu sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah : adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesautu maka aku berikan permintaannya”

Adapun 7 amalan yang bisa dilakukan saat malam nisfu sya’ban dilansir dari CNN Indonesia ialah :

1.      Membaca Do’a Nisfu Sya’ban :

 

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

 

Bacaan latinnya:Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in‘ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtanā ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au mahrūmīna au muqattarīna ‘alaynā fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatanā, wa hirmānanā waqtitāra rizqinā, waktubnā ‘indaka su‘adā’a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali ‘ala lisāni nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.” Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil ‘ālamīn.

 

 

 

Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

 

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu.

 

2.      Membaca surat yasin tiga kali

3.      Berpuasa

4.      Sholat sunah

5.      Beristighfar

6.      Membaca dua kalimat syahadat

7.      Perbanyak dzikir

 

Dilansir dari m.kumparan.com bahwa di Indonesia sendiri banyak tradisi untuk merayakan malam nisfu sya’ban, beberapa ini smartza rangkum untuk yeorobun :

1.      Tradisi berkumpul untuk bersyukur sekaligus mendoakan kerabat yang sudah meninggal dunia (Tradisi Betawi)

2.      Tradisi mengambil air sebotol saat adzan serta membaca yasin 3 kali selepas shalat maghirb berjamaah (Tradisi Lombok)

3.      Tradisi membawa makanan ke mesjid kemudian shalat maghrib diiringi dengan shalat hajat dan pembacaan surat yasin, dilanjut dengan shalat isya berjamaah, ditutup dengan bermaaf-mafan dan terakhir makan malam bersama (Tradisi Kalimantan Selatan)

4.      Tradisi mandi bersama di sungai pada sore hari (Tradisi Sumbawa)

 

Jadi, apa yang dilakukan yeorobun saat nisfu sya’ban nanti? Yang penting jangan melakukan kegiatan yang banyak mudharatnya ya. See you in the next article.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Sejarah dan Fakta Sungai Bilah, Sungai Pelarian Orang Bilah

  Sungai Bilah merupakan sungai yang terdapat di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara. Sungai ini memiliki hulu di sekitar bukit b...