Kisah
penganiayaan mantan pacar oleh pacar baru sedang marak-maraknya terjadi sedang
trending di media sosial manapun, khususnya twitter. Kasus ini menimpa seorang
anak dari Pembesar GP Ansor yang menjadi korban dan Pegawai Ditjen Pajak
Kementrian Keuangan sebagai pelaku. Isunya kejadian ini terjadinya akibat
seorang remaja perempuan bernama agnes.
Kronologi
kejadian ini banyak versinya. Versi yang tersebar melalui social media adalah
agnes mengadu domba pacar barunya dengan mantan pacarnya. David yang menjadi
mantan pacarnya itu dihajar oleh mario dandy dan temanya shane. Dilansir dari
beberapa web dan twitter, agnes saat itu hendak mengambil kartu pelajar kepada
David, namun david mencabuli Agnes dan dilihat oleh Dandy. Dandy panas dan
menghajar David bersama dengan Shane. Versi lain mengatakan bahwa Dandy yang
cemburu saat melihat David. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang ialah
mengapa saat kejadian tersebut Agnes malah merekam kejadian tersebut?
Sekarang, kasus
ini masih ditangani oleh kepolisian. Pengacara Agnes mengatakan bahwa ini pure
merupakan salah Dandy, namun Shane mengatakan bahwa ini adalah salah David. Ini
masih menjadi pertanyaan oleh warganet. Banyak netizen yang mengatakan bahwa
kejadian ini mirip dengan kejadian yang baru saja ditutup, yakni kasus Ferdy
Sambo dan Putri Chandrawinata. Selain itu, kasus ini membawa dua
instansi/lembaga yakni David seorang putra pengurus GP Ansor dibawah Kemenag
dan Dandy seorang putra dari Pegawai Ditjen Pajak.
Akibatt kasus
ini, banyak pihak yang dirugikan. Salah satunya adalah pihak dari keluarga
Dandy. Yang mana ayahnya mengundurkan diri sebagai pegawai. Selain itu, masalah
ini menjalar ke semua masalah. Setelah kejadian tersebut, terungkap bahwa
banyak pegawai pajak yang belum disiplin dalam urusan perpajakan. Dan untuk
David, diketahui ayahnya adalah seorang muallaf dan bergabung dengan Gerakan
Pemuda Ansor atau banser. Namun, banyak isu yang mengatakan bahwa ayah David
adalah seorang yang suka mengolok-ngolok ulama. Wallahu’alam. Dan fun factnya
adalah gadis yang mereka rebutkan merupakan gadis berusia 15 tahun. Na’udzubillahimindzalik
Jadi, ibrah yang
dapat kita petik dalam kejadian ini ialah waspadalah dengan pergaulan. Selain
itu, orang tua harus mengawasi gerakan anak. Mengawasi bukan berarti mengekang.
Pergaulan dan sikap remaja di masa kini sudah rentan. Jauh dari kata adab.
Mereka terpengaruh oleh beberapa sikap ataupun video yang bisa mereka akses
dimanapun dan kapanpun. Maka dari itu, kita juga sebagai pemuda mari mengajak
orang-orang terdekat kita untuk menjadi orang yang baik dan taat pada perintah
tuhan yang maha esa. Marilah menjadi pemuda yang berguna bagi bangsa, negara,
dan agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar