Halo uri chingu~
Gimana nih lebarannya? THR aman? Badan pun
makin melebar ya hehe. Lebaran sudah seminggu dan kita sudah memasuki hari
dimana aktivitas kita berjalan kembali seperti semula. Kali ini, Smartza akan
menceritakan pengalaman serta mereview film yang lagi viral di bioskop loh.
Yaitu KKN di desa penari. Untuk selengkapnya baca sampai habis ya
KKN di Desa Penari merupakan sebuah film adaptasi dari
novel yang diterbitkan oleh penerbit Bukune pada tahun 2019. Kisah ini merupakan
sebuah kisah nyata yang diambil dari sebuah thread di twitter dari akun
@simpleM81378523. Cerita menyerakan ini terjadi pada tahun 2013 saat beberapa
mahasiswa melakukan Kuliah Kerja Nyata atau biasa disingkat dengan KKN di
sebuah desa di Jawa Timur. Desa tersebut memiliki hawa yang memang angker. Selain
desanya yang angker, peserta KKN melanggar peraturan desa tersebut dan
bekerjasama dengan Jin yang merupakan penunggu disana. Film ini seharusnya tayang
pada Februari 2020 dan 19 Maret 2020. Namun sayangnya saat itu terjadi pandemi
covid-19 yang mengharuskan film ini ditunda penayangannya. Film ini ditulis
oleh Lele Laila dan Gerald Mamahit, diproduksi oleh MD Picture, disutradarai
oleh Awi suryadi, dibintangi oleh tissa biani, Adinda Thomas, Achmad Megantara,
Aghiny Haque, Calvin Jeremy, Fajar Nugraha, , Kiki Narendra. Walaupun ini
termasuk kisah nyata, oleh orang-orang yang mengalami kejadian tersebut diminta
untuk menyamarkan nama mereka dan nama desa guna menghormati teman yang sudah
meninggal dunia.
Beberapa orang mengatakan tidak ingin menonton film ini
dikarenakan sudah mem-PHP dari 2 tahun sebelumnya dan dianggap basi. Tapi
nyatanya, orang-orang yang berada dibioskop dipenuhi oleh orang-orang yang
ingin menonton film ini. Smartza saja hampir kehabisan bangku. Film ini ramai
seperti film Dr. Strange. Sejak tayangnya film ini, banyak orang yang
mengemukakan asumsi dan pendapatnya di media sosial. Contohnya ialah film ini
tidak seperti apa yang ditulis oleh @simpleM81378523 di twitter. Kemudian banyak
juga netizen yang mendapati penampakan setelah menonton ini. selain itu juga
banyak yang menjadi stalker dan mencari foto asli mahasiswa yang melakukan KKN
di desa tersebut.Menurut smartza, film ini tergolong bagus. Mulai dari isi ceritanya
yang kompleks dan pengambilan angle videonya. Namun smartza tidak suka dengan jumpscare
yang kurang menyeramkan. Selain itu, kekurangan film ini ialah mereka tidak
menampakkan bagaimana hasil dari proyek KKN mereka. Apakah selesai sebagian atau
malah tidak selesai sama sekali. Hanya saja endingnya yang memiliki makna
terdalam dan peringatan bagi siapa saja. Saran dari smartza untuk kamu yang
overthinking, jangan nonton sendirian karena kalau film horor apapun bisa
membuat kamu takut melakukan sesuatu. Just Enjoy the Film
Menurut smartza, film ini bergenre Azab berkedok Horor. Karena
dari awal horonya palingan penampakan gitu. Selain itu diakhir mahasiswa yang
melakukan zina dan bersekutu dengan jin kena azab. Maka dari itu pesan moral
yang dapat dipetik dari film ini ialah jangan berbuat semena-mena di kampung
orang. Kalau dibilang A ya jalankan A. Kita harus saling menghormati
kepercayaan mereka karena itu bukan ranah kita. Kalau ada kejadian apa-apa
siapa juga yang susah. Menurut smartza film ini hanya sedikit mengandung unsur
17+ walaupun film ini terbagi menjadi yang Cut dan Uncut. Namun, alangkah
baiknya mengikuti peraturan. Jika di film tersebut sudah dibuat tanda 17+
berarti anak-anak dibawah umur janganlah ikut menonton. Di tempat smartza,
masih banyak anak-anak dibawah umur yang menonton film ini walaupun sudah
diberitahukan untuk anak usia 17+. Semoga kedepannya masyarakat lebih paham dan
pihak bioskop memberi peringatan dengan ketat. Overall, smartza kasih nilainya
7,5/10 untuk film ini karena emang ada pesan yang tersirat didalamnya
mengingatkan kita untuk berbuat kebajikan dan jangan mengikuti nafsu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar