Senin, 31 Juli 2023

CFD Labuhanbatu, Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat

 

Siapa yang tak tau kepanjangan CFD? CFD merupakan singkatan dari Car Free Day yang mana maksud dari tujuan tersebut adalah membuat jalan raya kosong dan diisi oleh kegiatan olahraga masyarakat. CFD ini pertama kali diadakan di jakarta tepatnya di jalan imam bonjol pada tahun 2001. Umumnya dimana pun kalian berada, CFD ini diadakan setia hari minggu karena pada hari itulah masyarakat sedang libur baik sekolah maupun bekerja.

 

Tak mau kalah, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu juga ikut ambil alih mengadakan CFD ini bekerjasama dengan Persani sebagai panitia dan Satlantas Polri sebagai keamanan. CFD di Labuhanbatu sendiri dicetuskan oleh Bupati Labuhanbaru Bapak H. Pangonal Harahap S.H., M.Si. pada tahun 2018. CFD ini berlanjut terus sampai hari ini. Namun pernah berhenti saat covid-19 melanda dan aktif kembali pada 22 Agustus 2022.

 

Masyarakat sangat senang untuk mengikuti kegiatan ini. Selain untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antar pemerintah dan masayarakat. Pasalnya, saat senam diadakan tidak ada sekat atau perbedaan posisi senam antara masyarakat dan pemerintah. Semua sama. Selain senam, ada juga pembagian sembako untuk masyarakat yang disponsori oleh sponsor-sponsor baik.

 

Berdasarkan wawancara dengan Ibu Lis Handayani, Ketua Persani Labuhanbatu, Ia berkata bahwa masyarakat yang mengikuti kegiatan ini kebanyakan berasal dari golongan tua daripada golongan muda. Memang ada anak muda yang mengikutinya namun tidak banyak dikarenakan kemungkinan capek habis bermalam minggu. Sedangkan yang mengikuti kegiatan ini menurut jenis kelamin adalah wanita. Padahal yang paling banyak menyumbang penyakit adalah laki-laki salah satunya mealui asap rokok, ucapnya.

 

Walaupun berjalan dengan lancar, ada beberapa hal yang perlu dikritik dalam kegiatan tersebut. Pertama adalah yang mengikuti kegitan ini kebanyakan masyarakat yang berasal dari kota Rantauprapat. Padahal masyarakat Labuhanbatu bukanlah hanya yang berasal dari Kota Rantauprapat melainkan banyak dari kecamatan lain. Kendala dalam hal ini adalah jarak yang jauh dan kurangnya mobilisasi untuk kendaraan umum. Maka dari itu, sarannya ialah harusnya tiap kecamatan mengadakan acara ini agar yang sehat tidak hanya masyarakat kota saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Sejarah dan Fakta Sungai Bilah, Sungai Pelarian Orang Bilah

  Sungai Bilah merupakan sungai yang terdapat di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara. Sungai ini memiliki hulu di sekitar bukit b...