Siapa yang
tak tau kepanjangan CFD? CFD merupakan singkatan dari Car Free Day yang mana
maksud dari tujuan tersebut adalah membuat jalan raya kosong dan diisi oleh
kegiatan olahraga masyarakat. CFD ini pertama kali diadakan di jakarta tepatnya
di jalan imam bonjol pada tahun 2001. Umumnya dimana pun kalian berada, CFD ini
diadakan setia hari minggu karena pada hari itulah masyarakat sedang libur baik
sekolah maupun bekerja.
Tak mau kalah,
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu juga ikut ambil alih mengadakan CFD ini
bekerjasama dengan Persani sebagai panitia dan Satlantas Polri sebagai
keamanan. CFD di Labuhanbatu sendiri dicetuskan oleh Bupati Labuhanbaru Bapak
H. Pangonal Harahap S.H., M.Si. pada tahun 2018. CFD ini berlanjut terus sampai
hari ini. Namun pernah berhenti saat covid-19 melanda dan aktif kembali pada 22
Agustus 2022.
Masyarakat
sangat senang untuk mengikuti kegiatan ini. Selain untuk meningkatkan kesehatan
masyarakat, kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antar pemerintah dan
masayarakat. Pasalnya, saat senam diadakan tidak ada sekat atau perbedaan
posisi senam antara masyarakat dan pemerintah. Semua sama. Selain senam, ada
juga pembagian sembako untuk masyarakat yang disponsori oleh sponsor-sponsor
baik.
Berdasarkan
wawancara dengan Ibu Lis Handayani, Ketua Persani Labuhanbatu, Ia berkata bahwa
masyarakat yang mengikuti kegiatan ini kebanyakan berasal dari golongan tua
daripada golongan muda. Memang ada anak muda yang mengikutinya namun tidak
banyak dikarenakan kemungkinan capek habis bermalam minggu. Sedangkan yang
mengikuti kegiatan ini menurut jenis kelamin adalah wanita. Padahal yang paling
banyak menyumbang penyakit adalah laki-laki salah satunya mealui asap rokok,
ucapnya.
Walaupun
berjalan dengan lancar, ada beberapa hal yang perlu dikritik dalam kegiatan
tersebut. Pertama adalah yang mengikuti kegitan ini kebanyakan masyarakat yang
berasal dari kota Rantauprapat. Padahal masyarakat Labuhanbatu bukanlah hanya yang
berasal dari Kota Rantauprapat melainkan banyak dari kecamatan lain. Kendala
dalam hal ini adalah jarak yang jauh dan kurangnya mobilisasi untuk kendaraan
umum. Maka dari itu, sarannya ialah harusnya tiap kecamatan mengadakan acara
ini agar yang sehat tidak hanya masyarakat kota saja.