Rabu, 08 Maret 2023

Makan Tai, Rasakan

 

Kehidupan kayanya membuat perangai menjadi buruk. Doni, seorang pemuda yang saat ini akan duduk di bangku perkuliahan. Ia merupakan seorang anak dari politisi di kota Palembang. Doni merasa semuanya bisa ia dapatkan, begitu juga dengan teman. Karena begitu, ia suka berbuat semena-mena dengan orang lain.

 

Hari ini merupakan hari pertama ia akan masuk kuliah. Doni berangkat mengendarai sepeda motor harley davidson yang ia dapat saat ulang tahunnya yang ke-18. Sampai di parkiran, ia mengeber-geberkan motornya yang membuatnya menjadi sorotan publik. Ia merasa keren saat melakukan aksi tersebut.

 

Doni turun dari motornya dan menuju ruang kelas. Ia melihat ada anak berkacamata yang sedang berjalan dengan membaca buku. Lelaki itu terlihat pintar. Doni memiliki rencana jahat untuk memanfaatkanya saat perkuliahan berjalan agar ia yang mengerjakan tugas-tugasnya

“Halo bro, kenalin gue Doni. Anak sosiologi. Nama lu siapa?”

“Eh halo, nama aku Surya. Anak sosiologi juga. Salam kenal, mas,” Ucap surya dengan logat jawanya yang medok. Doni sedikit tertawa meleceh mendengar logat jawa surya

“Oalah orang jawa. Ngapain kuliah ke palembang? Ngambil sosiologi pula. Mending pulang. Orang jawa itu dimana-mana jadi kuli. Gak perlu belajar,” ucap Doni yang membuat Surya merasa didiskriminasi.

 

Saat sedang menghina surya, seorang wanita melabrak Doni

“Eh, kamu itu yang geber-geber motor tadi ya? Norak tau. Ini lagi, kok rasis banget sama orang. Maumu apa sih?” ucap Alya

“Wah ada gentong ngomong ni. Eh lu kalau gak tau apa-apa mending diem deh. Udah gendut, tolol, jelek lagi. Sana lu jauh-jauh dari gue,” Kata doni yang membuat Alya sakit hati karena kata-katanya yang mengakibatkan body shaming

“ kamu kok bawa-bawa fisik? Gak sopan tau” ucap Alya yang sedikit bergetar mulutnya karena merasa dihina

“ emang lu siapa? Lu gak tau gue siapa kan? Gue anak Anwar Hasyim,Ketua Partai Peradilan Perjuangan. Jadi terserah gue mau ngapain. Enyah kalian berdua si kuli dan gendut. Cocok lu orang jadi pasangan,” ucap Doni dengan nada arogan dan pergi meninggalkan mereka berdua.

 

Doni masuk ke dalam kelas. Ia melihat banyak cowok-cowok berkumpul. Ia bergabung. Ternyata mereka sedang ngobrol tentang hasil pertandingan sepab bola tadi malam. Ia mengajak semua orang disitu untuk ke kantin merayakan kemenangan klub sepakbolanya yang menang tadi malam. Semua orang bergembira karena “kebaikan” yang diberikan oleh Doni. Tiba-tiba dekan mengumumkan dari pengeras suara bahwa ada kuliah umum keagamaan. Setiap orang berangkat menuju ke tempat yang telah ditentukan sesuai dengan agama masing-masing. Mereka pergi ke Aula karena emang mayoritas beragama islam di kampus ini.

 

Sampai di Aula seorang ustadz muda masuk. Ia memberi ceramah mengenai masa depan bangsa dipegang oleh anak muda. Maka dari itu, anak muda harus bisa mandiri dan jujur. Salah satu statment membuat Doni murka

“Kalian tau, para politisi dan pejabat itu sebenarnya miskin. Kalau mereka jujur. Tapi tidak semuanya teman-teman. Saya yakin kalian pasti nanti akan....”

“bajingan, tau apa loe tentang politik. Ayah gue politisi, banyak uangnya. Gak pernah tuh sombong atau korupsi,” potong Doni dengan marah membara

“heleh, ayahmu memang gak gitu. Tapi kamu anaknya yang gitu. Maksudmu apa tadi geber-geber motor, bilangin surya kuli dan menghina aku dengan body shaming kamu bilang aku gendut. Dari situ aja udah kelihatanm”ucap Alya dengan marah

“ANJING KALIAN SEMUA” ucap Doni

 

Doni keluar meninggalkan aula dan meniki motornya. Ia bolos dari kampus. Ia mengendari motornya dengan kekuatan tinggi. Tiba-tiba ia melanggar motor dan terjungkal di atas truk kambing. Mulutnya tersungkur ke tai kambing. Itulah akibat menghina orang dan sombong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Sejarah dan Fakta Sungai Bilah, Sungai Pelarian Orang Bilah

  Sungai Bilah merupakan sungai yang terdapat di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara. Sungai ini memiliki hulu di sekitar bukit b...