Kehidupan kayanya membuat perangai menjadi buruk. Doni,
seorang pemuda yang saat ini akan duduk di bangku perkuliahan. Ia merupakan
seorang anak dari politisi di kota Palembang. Doni merasa semuanya bisa ia
dapatkan, begitu juga dengan teman. Karena begitu, ia suka berbuat semena-mena
dengan orang lain.
Hari ini merupakan hari pertama ia akan masuk kuliah.
Doni berangkat mengendarai sepeda motor harley davidson yang ia dapat saat
ulang tahunnya yang ke-18. Sampai di parkiran, ia mengeber-geberkan motornya
yang membuatnya menjadi sorotan publik. Ia merasa keren saat melakukan aksi
tersebut.
Doni turun dari motornya dan menuju ruang kelas. Ia
melihat ada anak berkacamata yang sedang berjalan dengan membaca buku. Lelaki
itu terlihat pintar. Doni memiliki rencana jahat untuk memanfaatkanya saat perkuliahan
berjalan agar ia yang mengerjakan tugas-tugasnya
“Halo bro, kenalin gue Doni. Anak sosiologi. Nama lu
siapa?”
“Eh halo, nama aku Surya. Anak sosiologi juga. Salam
kenal, mas,” Ucap surya dengan logat jawanya yang medok. Doni sedikit
tertawa meleceh mendengar logat jawa surya
“Oalah orang jawa. Ngapain kuliah ke palembang? Ngambil
sosiologi pula. Mending pulang. Orang jawa itu dimana-mana jadi kuli. Gak perlu
belajar,” ucap Doni yang membuat Surya merasa didiskriminasi.
Saat sedang menghina surya, seorang wanita melabrak Doni
“Eh, kamu itu yang geber-geber motor tadi ya? Norak tau.
Ini lagi, kok rasis banget sama orang. Maumu apa sih?” ucap Alya
“Wah ada gentong ngomong ni. Eh lu kalau gak tau apa-apa
mending diem deh. Udah gendut, tolol, jelek lagi. Sana lu jauh-jauh dari gue,”
Kata doni yang membuat Alya sakit hati karena kata-katanya yang mengakibatkan body
shaming
“ kamu kok bawa-bawa fisik? Gak sopan tau” ucap Alya yang
sedikit bergetar mulutnya karena merasa dihina
“ emang lu siapa? Lu gak tau gue siapa kan? Gue anak
Anwar Hasyim,Ketua Partai Peradilan Perjuangan. Jadi terserah gue mau ngapain.
Enyah kalian berdua si kuli dan gendut. Cocok lu orang jadi pasangan,” ucap
Doni dengan nada arogan dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Doni masuk ke dalam kelas. Ia melihat banyak cowok-cowok
berkumpul. Ia bergabung. Ternyata mereka sedang ngobrol tentang hasil
pertandingan sepab bola tadi malam. Ia mengajak semua orang disitu untuk ke
kantin merayakan kemenangan klub sepakbolanya yang menang tadi malam. Semua
orang bergembira karena “kebaikan” yang diberikan oleh Doni. Tiba-tiba dekan
mengumumkan dari pengeras suara bahwa ada kuliah umum keagamaan. Setiap orang
berangkat menuju ke tempat yang telah ditentukan sesuai dengan agama
masing-masing. Mereka pergi ke Aula karena emang mayoritas beragama islam di
kampus ini.
Sampai di Aula seorang ustadz muda masuk. Ia memberi
ceramah mengenai masa depan bangsa dipegang oleh anak muda. Maka dari itu, anak
muda harus bisa mandiri dan jujur. Salah satu statment membuat Doni murka
“Kalian tau, para politisi dan pejabat itu sebenarnya
miskin. Kalau mereka jujur. Tapi tidak semuanya teman-teman. Saya yakin kalian
pasti nanti akan....”
“bajingan, tau apa loe tentang politik. Ayah gue politisi,
banyak uangnya. Gak pernah tuh sombong atau korupsi,” potong Doni dengan marah
membara
“heleh, ayahmu memang gak gitu. Tapi kamu anaknya yang
gitu. Maksudmu apa tadi geber-geber motor, bilangin surya kuli dan menghina aku
dengan body shaming kamu bilang aku gendut. Dari situ aja udah
kelihatanm”ucap Alya dengan marah
“ANJING KALIAN SEMUA” ucap Doni
Doni keluar meninggalkan aula dan meniki motornya. Ia
bolos dari kampus. Ia mengendari motornya dengan kekuatan tinggi. Tiba-tiba ia
melanggar motor dan terjungkal di atas truk kambing. Mulutnya tersungkur ke tai
kambing. Itulah akibat menghina orang dan sombong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar