![]() |
| Source : Pati News |
Halo uri Chingu~
Tak terasa kita sudah berada di pertengahan
bulan suci Ramadhan ya. Semoga semuanya tetap istiqomah menjalani ibadah puasa
dan ibadah-ibadah sunnah lainnya.
Kali ini smartza ingin membahas mengenai
tentang toleransi. Toleransi menurut KBBi ialah sifat atau sikap toleran.
Maksudnya ialah batas dimana kita diperbolehkan mencampuri urusan orang lain
atau hal sebagainya. Di Indonesia sendiri, kata toleransi sering dikaitkan
dengan kehidupan umat beragama. Orang-orang Indonesia gampang di provokasi
dengan membawa dan memperjual belikan masalah agama. untuk itu bagaimana sih
menyikapi toleransi itu yang baik dan benar?. Artikel ini smartza buat melalui
sudut pandang islam karena alhamdulillah smartza adalah seseorang yang memeluk
agama islam hehehe.....
Di bulan suci Ramadhan tahun 2022 M/1443 H,
ada 2 hari besar yang bersamaan dengan peribadatan umat lain. Yaitu Wafat isa
almasih dan hari paskah. Gimana sih seharusnya kita sebagai umat islam dalam
menghadapi tabrakan seperti ini?. kita fokuslah terhadap ibadah kita sendiri
jangan pernah mengusik mereka yang melakukan peribadatan. Mereka juga manusia
yang memiliki Tuhan dan ingin beribadah. Selama mereka masih menjaga ketertiban
dan kerukunan beragama hendaklah kita melakukan feedback yang sama agar
Indonesia menjadi negara yang aman dan tenteram tanpa ada konflik agama. Namun,
ada saja provokator yang mengadu domba dan mengulik-ngulik sebuah masalah kecil
kemudian digoreng menjadi besar. Inilah membuat orang-orang selalu tidak nyaman
dengan hal tersebut
Islam adalah agama yang diridai Allah SWT
karena berada di posisi tengah, moderat, lurus, dan toleran terhadap sesama
manusia. Hal itu tergambar dalam hadis riwayat Abdullah bin Abbas berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ
السَّمْحَةُ
"Dari Ibnu Abbas, ia berkata: 'Ditanyakan
kepada Rasulullah SAW, 'Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?', maka
beliau bersabda: 'Al-hanifiyyah as-samhah atau agama yang lurus lagi toleran
[maksudnya agama Islam]," (HR. Ahmad). Dari hafits tersebut diberitahukan
bahwasanya islam adalah agama yang toleran. Jika seseorang yang beragama islam
namun dia tidak toleran, maka dipertanyakan keislamannya.
Sedangkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah
ayat 256, Allah SWT berfirman :
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ
بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki)
agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang
sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada
Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat
yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Adapun beberapa hal baik yang bisa kita
lakukan bersama dengan agama lain :
1. Jangan campuri urusan mereka beribadah
2. biarkan mereka beribadah sesuai kepercayaan
mereka
3. Dalam hal mu’amalah, kita boleh bergaul dan
berdiskusi dengan mereka namun untuk hal aqidah ini mutlak dilarang baik dalam Al-Qur’an
maupun hadits.
4. Jangan memaksa mereka mengikuti kepercayaan
kita
5. Jangan mengikuti kegiatan peribadatan yang
mereka lakukan.
Ada sebuah pepatah mengatakan bahwasanya “Toleransi
terbaik ialah diam”. Memang betul, karen kalau kita mencampuri urusan peribadatan
mereka atau kepercayaan mereka yang beda dengan kita, maka pasti banyak cekcok
yang terjadi disana sini. Maka dari itu, saling menghargai lah satu sama lain.
Baiklah uri chingu~
Jadi, intinya kita dapat rukun dan hidup
berdampingan dengan mereka yang berbeda kepercayaan asalkan tidak mencampuri
dan mengganggu satu sama lain. Pada zaman Rasulullah SAW juga seperti itu.
Rasul sangat adil ketika bermasyarakat dan bermu’amalah dengan warga madinah.
Salah satu contohnya ialah Rasul mewajibkan membayar zakat kepada umat muslim
dan mewajibkan membayar pajak bagi orang-orang nonmuslim. Oh iya satu lagi,
terkait kata kafir ini banyak perbedaan pendapat dari ulama. Mana sebaiknya
yang kita ucapkan kepada mereka?. Yang terbaik adalah yang tidak menyakiti
perasaan mereka. Seperti lirik lagu peri cintaku yang dibawakan oleh ziva
magnolya “ Tuhan memang satu, kita yang tak sama” nah mereka juga manusia sama
seperti kita jadi jangan sakiti. Sekian dari smartza. Hwaiting

Tidak ada komentar:
Posting Komentar