Minggu, 17 April 2022

Ketika Peringatan Hari Besar Bertabrakan, What Should We Do? (Toleransi Beragama)

 

Source : Pati News

Halo uri Chingu~

Tak terasa kita sudah berada di pertengahan bulan suci Ramadhan ya. Semoga semuanya tetap istiqomah menjalani ibadah puasa dan ibadah-ibadah sunnah lainnya.

Kali ini smartza ingin membahas mengenai tentang toleransi. Toleransi menurut KBBi ialah sifat atau sikap toleran. Maksudnya ialah batas dimana kita diperbolehkan mencampuri urusan orang lain atau hal sebagainya. Di Indonesia sendiri, kata toleransi sering dikaitkan dengan kehidupan umat beragama. Orang-orang Indonesia gampang di provokasi dengan membawa dan memperjual belikan masalah agama. untuk itu bagaimana sih menyikapi toleransi itu yang baik dan benar?. Artikel ini smartza buat melalui sudut pandang islam karena alhamdulillah smartza adalah seseorang yang memeluk agama islam hehehe.....

 

Di bulan suci Ramadhan tahun 2022 M/1443 H, ada 2 hari besar yang bersamaan dengan peribadatan umat lain. Yaitu Wafat isa almasih dan hari paskah. Gimana sih seharusnya kita sebagai umat islam dalam menghadapi tabrakan seperti ini?. kita fokuslah terhadap ibadah kita sendiri jangan pernah mengusik mereka yang melakukan peribadatan. Mereka juga manusia yang memiliki Tuhan dan ingin beribadah. Selama mereka masih menjaga ketertiban dan kerukunan beragama hendaklah kita melakukan feedback yang sama agar Indonesia menjadi negara yang aman dan tenteram tanpa ada konflik agama. Namun, ada saja provokator yang mengadu domba dan mengulik-ngulik sebuah masalah kecil kemudian digoreng menjadi besar. Inilah membuat orang-orang selalu tidak nyaman dengan hal tersebut

 

Islam adalah agama yang diridai Allah SWT karena berada di posisi tengah, moderat, lurus, dan toleran terhadap sesama manusia. Hal itu tergambar dalam hadis riwayat Abdullah bin Abbas berikut:

 عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ

"Dari Ibnu Abbas, ia berkata: 'Ditanyakan kepada Rasulullah SAW, 'Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?', maka beliau bersabda: 'Al-hanifiyyah as-samhah atau agama yang lurus lagi toleran [maksudnya agama Islam]," (HR. Ahmad). Dari hafits tersebut diberitahukan bahwasanya islam adalah agama yang toleran. Jika seseorang yang beragama islam namun dia tidak toleran, maka dipertanyakan keislamannya.

Sedangkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 256, Allah SWT berfirman :

 لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

 

Adapun beberapa hal baik yang bisa kita lakukan bersama dengan agama lain :

1. Jangan campuri urusan mereka beribadah

2. biarkan mereka beribadah sesuai kepercayaan mereka

3. Dalam hal mu’amalah, kita boleh bergaul dan berdiskusi dengan mereka namun untuk hal aqidah ini mutlak dilarang baik dalam Al-Qur’an maupun hadits.

4. Jangan memaksa mereka mengikuti kepercayaan kita

5. Jangan mengikuti kegiatan peribadatan yang mereka lakukan.

Ada sebuah pepatah mengatakan bahwasanya “Toleransi terbaik ialah diam”. Memang betul, karen kalau kita mencampuri urusan peribadatan mereka atau kepercayaan mereka yang beda dengan kita, maka pasti banyak cekcok yang terjadi disana sini. Maka dari itu, saling menghargai lah satu sama lain.

 

Baiklah uri chingu~

Jadi, intinya kita dapat rukun dan hidup berdampingan dengan mereka yang berbeda kepercayaan asalkan tidak mencampuri dan mengganggu satu sama lain. Pada zaman Rasulullah SAW juga seperti itu. Rasul sangat adil ketika bermasyarakat dan bermu’amalah dengan warga madinah. Salah satu contohnya ialah Rasul mewajibkan membayar zakat kepada umat muslim dan mewajibkan membayar pajak bagi orang-orang nonmuslim. Oh iya satu lagi, terkait kata kafir ini banyak perbedaan pendapat dari ulama. Mana sebaiknya yang kita ucapkan kepada mereka?. Yang terbaik adalah yang tidak menyakiti perasaan mereka. Seperti lirik lagu peri cintaku yang dibawakan oleh ziva magnolya “ Tuhan memang satu, kita yang tak sama” nah mereka juga manusia sama seperti kita jadi jangan sakiti. Sekian dari smartza. Hwaiting

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Sejarah dan Fakta Sungai Bilah, Sungai Pelarian Orang Bilah

  Sungai Bilah merupakan sungai yang terdapat di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara. Sungai ini memiliki hulu di sekitar bukit b...