Tak terasa 2020 akan berakhir. Penyambutan tahun baru kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya kita akan menghabiskan waktu di luar rumah, berlibur keluar kota maupun ke luar negeri, panggang memanggang, berkemah, berkumpul bareng teman menyaksikan indahnya kembang api dan berharap di tahun selanjutnya akan menjadi lebih baik. Namun kali ini, di tahun ini, semua itu tidaklah bebas dilakukan. Karena di tahun ini kita hidup berdampingan dengan sebuah virus yang meresahkan yang tak tahu kapan hilangnya. Mungkin ini peringatan tuhan kepada kita. Bahwa kita manusia selalu melakukan hura-hura dan perbuatan yang sia-sia. Dunia sudah tua. Jadi tuhan memberikan peringatan agar kita selalu mengingat dan beribadah kepadanya karena sesungguhnya dunia ini sementara.
2020 bukanlah tahun terburuk dan juga bukan tahun terbaik dari sekian tahun. Ada banyak kenangan tersirat di dalamnya. Suka dan duka mewarnai hari-hari serta bulan-bulannya. Teknologi dan sosial media makin meningkat penggunaannya. Dibalik itu, para pekerja banyak kehilangan pekerjaan. PHK dimana-mana. Tak tahu arah yang akan dijalani Sekolah diliburkan yang awalnya hanya 2 minggu, kini sudah 10 bulan. Jadwal tatap muka yang sekiranya september diberlakukan, sampai penghujung tahun hanyalah asumsi semata. Sekolah,kuliah, bahkan wisuda melalui dunia virtual. Begitulah teknologi semakin hari semakin maju. Masalah politik, agama, serta dunia hiburan dipenuhi kontroversi. Fitnah memfitnah, menjatuhkan, dan saling menghardik satu sama lain seakan hadir berpartisipasi di tahun 2020 ini.
Dibalik sesuatu yang terjadi, pastinya ada pesan
tersirat di dalamnya. Suatu rahasia Ilahi yang hanya diketahui olehnya. Kita sebagai
manusia hanya dapat menjalankan skenario yang diciptakan bak menonton drama dan
film. Skenarionya begitu indah, namun manusia terkadang tak menikmati skenario
itu. Malah melanggar dan mengabaikan perintahnya.
Sebagai seorang Insan muda generasi penerus
bangsa, kita harus bersyukur kepada Tuhan masih diberi kesempatan hidup di
dunia tipu-tipu ini. Ia masih sayang kepada kita. Ia ingin kita selalu memuji
dan menyembah-Nya. Seandainya, masih ada seorang mengeluh tidak kuat untuk
hidup, ingatlah 2020 tahun penuh warna walaupun hanya di rumah saja. 2021 sudah
di depan mata. Mari memperbaiki kualitas diri, meningkatkan ibadah, serta
meninggalkan huru-hara dunia. Ingatlah, kita tidak tahu kapan mati ataupun hari
akhir itu datang. Tetap semagat dan jangan lupa ibadah. HWAITING !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar