Tak terasa satu tahun sudah pandemi Covid-19
melanda dunia. Tahun ini merupakan pandemi Covid-19 jilid 2. Sekarang kita
hidup berdampingan dengan virus. Segala kebijakan pemerintah untuk mencegah
serta melawan perkembangan virus corona sudah digerakkan. Namun, pandemi belum
berakhir juga. Kita telah sampai di bulan kemerdekaan, bulan Agustus. Tanggal 17
Agustus merupakan hari proklamasi Republik Indonesia. Sama seperti tahun lalu,
hari proklamasi Indonesia diperingati saat masih dilanda oleh Covid-19. Jadinya,
banyak kegiatan yang dibatasi. Perlombaan dan upacara mungkin ditiadakan, khususnya
di daerah zona merah. Dari situ kita dapat mengambil pelajaran untuk bersedia
bersama pemerintah untuk melawan covid-19 agar cepat selesai dan negara serta
rakyatnya dapat menjalani hidup sebagaimana mestinya.
Proklamasi kemerdekaan Indonesia terjadi pada
tanggal 17 Agustus 1945 hari jum’at pukul 10.00 bertepatan pada bulan Ramadhan.
Sehari sebelum terjadinya proklamasi, ada sebuah peristiwa yang bernama Rengasdengklok.
Peristiwa ini ialah penculikan para golongan tua oleh golongan muda. Mereka dibawa ke rumah laksamana
maeda dan dipaksa untuk membaca teks proklamasi esok hari. Setelah banyak
bernegosiasi, akhirnya disetujuilah oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta. Esoknya,
mereka pergi ke rumah Ir. Soekarno yang berada di Jalan Pegangasan Timur nomor
56. Seharusnya diadakan di lapangan IKADA (Monas). Tetapi untuk menghindari konflik
dan berbagai macam kejadian tak diinginkan, maka diadakan di rumah Ir.
Soekarno.
Dari peristiwa tersebut, kita sebagai generasi
penerus bangsa harus meneladani sikap pemuda yang menginginkan kemerdekaan
Indonesia. Sikap nasionalisme dan patriotisme harus dimiliki oleh seluruh warga
negara Indonesia, khususnya anak muda. Karena anak muda adalah generasi penerus
bangsa. Jika anak muda saja sudah rusak, banyak yang memiliki sikap acuh tak
acuh terhadap negara. Bagaimana negara ini akan maju di masa depan?. Maka salah
satu pengimplementasian sikap nasionalisme serta patriotisme ialah cinta akan
negara, rela berkorban, belaja untuk melawan kebodohan, serta mengabdi kepada
profesi masing-masing. Mari merangkul persatuan dan kesatuan di hari
kemerdekaan Indonesia yang ke 76. Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh.
